Welcome to my blog ;)

Kisah Singkat Perjuangan Ayah

Tulisan ini saya Ambil dari teman kaskuser ID whykatakcantfly

Bokap gw, atau yang biasa gw sebut dengan sebutan ayah. Hmmm, kalo boleh gw gambarkan dia itu seperti Mario Teguh.. Iyap mirip sekali, ya walaupun gw gak bisa mendiskripsikannya dengan benar2 jelas karena waktu itu gw masih berumur 9 tahun.

Gw gak tau kenapa mendadak hati gw terketuk buat nulis ini, tapi yang jelas this is specially for you father..

Ayah gw seorang mahasiswa lulusan S1 di salah 1 Universitas di Jakarta, dia bukan orang yang sukses atau dari keturunan orang ternama. Dia hanya seorang pemuda perantauan dari kota asal nya Solo. Awalnnya dia berniat menjadi seorang sejarahwan impinnya sejak kecil. Namun itu semua berubah sejak dia bekerja di sebuah Rumah Sakit Swasta di Jakarta, bukan sebagai dokter atau pun perawat, tapi sebagai cleaning service. Tujuan dia menjadi cleaning service juga hanya untuk membantu mengumpulkan biaya untuk dia masuk kuliah nanti.

Namun...

Semua itu berubah sejak dia bertemu dengan bidadari nya. Wanita itu seorang perawat di rumah sakit itu, dengan status masih trainning. Sedangkan bokap gw sudah 2 tahun kerja sebagai cleaning service. Yang di fikiran bokap gw waktu itu, Mana mungkin seorang cleaning service bisa dapetin bidadari berpendidikan tinggi dan cantik, di tambah lagi wanita itu adalah keturunan darah biru keraton Jogja.

Tapi ketika kita bicara tentang cinta, bukan mulut yang berucap, tapi hati yang merasakan..

Dan dengan bermodalkan nekad bokap gw mengajak wanita itu kencan, ya sebuah kencan pertama antara mereka. Bukan kencan makan malam yang mewah dengan suguhan hiasan candle light yang indah, melainkan sebuah kencan dengan beralaskan tikar sambil memandang bulan. Bokap gw pun bersyukur karena wanita itu bersikap layaknnya seorang wanita biasa, yaitu sederhana..

3 tahun mereka berpacaran..

Bokap gw pun memutuskan untuk melamar wanita itu. Tanpa berfikir panjang orang tua dari wanita itu langsung menolak mentah mentah. Mereka tidak mau anak nya yang berasal dari kalangan atas menikah dengan seorang rendahan yang gajinnya tidak lebih dari 1 juta kala itu..

Bokap gw marah dan bersumpah beliau akan tetap menikahi wanita itu kelak..

Mereka pun memutuskan untuk tidak pernah berhubungan sejak saat itu..
Mulailah petualangan dia, impiannya menjadi sejarahwan ia lupakan, ia mulai meniti karir untuk menjadi seorang dokter. Namun sangatlah tidak mungkin seorang cleaning service mengenyam pendidikan sebagai dokter yang kala itu sangat mahal.

Namun ketika tujuanmu mulia, Tuhan pun ikut memuliakannya..

Mendadak bokap gw di angkat menjadi supir Ambulan. Masih kurang memang untuk berkuliah di univ kedokteran dengan gaji seorang supir. Akhirnnya dia memutuskan menabung lagi untuk 3 tahun kedepan. Kala itu wanita itu sudah di pindah tugaskan, ke pelosok..

Tuhan memang adil, itulah definisi paling tepat untuk menggambarkan sosok Tuhan, belum sampai 3 tahun, bokap gw naik jabatan menjadi kepala Ambulan dan disinilah dia mulai mendapatkan gaji yang lumayan dan memungkinkan dia untuk kuliah di univ.kedokteran..

Dan kuliah lah dia di univ tersebut..

Hari2 berlalu, Bulan2 lewat begitu saja, Tahun silih berganti. Bokap gw tetap fokus kepada niat nya itu. Padahal bokap gw tau bahwa tujuan nya sekarang ini sudah tidak jelas, karena percuma beliau dan wanita itu sudah putus hubungan sejak 9 tahun yang lalu..

Beliau pun lulus dengan IPK tertinggi saat itu..

Dan akhirnnya beliau menjadi seorang Dokter di rumah sakit dulu tempat dia bekerja sebagai Cleaning Service..

Memang nggak ada yang gak mungkin, kecuali Tuhan yang mengatakannya..

4 tahun beliau kerja di sana, beliau mulai hidup mapan. Namun beliau merasa ada yang kurang.. Sesuatu menjanggal iya itu adalah sumpah kepada wanita itu, akhirnnya dia memutuskan kembali ke tujuan hidup nya untuk memenuhi sumpah itu.. Beliau mencari cari rumah wanita itu ke Jogja, ternyata sudah pindah hampir 1 tahun setengah beliau mencari keberadaan wanita itu.. Hingga akhirnnya dia bertemu..

Bokap gw berjalan pelan mendekati sosok wanita yang ia idamkan sejak 12 tahun yang lalu..

Wanita itu masih terduduk manis di sebuah kursi kayu di teras rumahnnya..

Mereka bersapa namun tidak saling kenal, mungkin waktu telah menghilangkan semua kenangan antara mereka..

Saat itu wanita itu telah kehilangan kedua orang tuannya, dan dia telah 3 bulan mengalami lupa ingatan akibat kecelakaan yang menimpahnnya. Bokap gw merawat wanita itu selama 2 bulan, hingga wanita itu percaya bahwa bokap gw adalah pria idamannya dulu yang datang untuk menepati sumpahnnya..

Dan mereka pun menikah, bokap gw dan wanita itu yang tak lain adalah nyokab gw sendiri..

Mereka menjalani hidup mereka dengan bahagia dan tanpa masalah, hingga gw dan ade gw pun lahir..

Namun semua itu berubah ketika...

Bokap gw mengalami pendarahan otak di kepala nya, gw yang kala itu masih kecil masih hanya sekedar tau bahwa bokap gw hanya mengalami sakit kepala karena itu yang selalu dikatakan nyokab gw..

Pendarahan otak memang bukan lah hal ringan, hari hari keluarga kami mulai mengalami puncak terendah dalam hidup kami.. Bokap gw sakit2an dan mulai terkena stroke. Gw dan ade gw saat itu cuma bisa nanya "kapan kita jalan2 lagi ayah?", *kata kami bertanya kepada bokap gw yang hanya bisa menitikan air mata ketika kami bertanya..

Malam itu gw dan adek gw lagi bermain lego, mendadak tante gw membuka pintu dan berkata "kalian ber 2 yang tabah yah", *sambil memeluk kami ber 2 dengan erat..

Kami ber 2 di ajak melihat kondisi bokap gw yang sudah terbujur kaku dengan balutan kain di atas nya yang siap untuk menutup di bagian muka, sedangkan nyokab dan sodara sodara gw mengelilinginya sambil terus terusan menangis tanpa berhenti..

"ka, ayah kenapa?", *tanya ade gw..

"ayah lagi bobo de, udah yuk kita tidur besok sekolah", *jawab gw..

Gw dan ade gw pun langsung berangkat tidur,.. Besoknnya bukan sekolah yang kami hadapi tapi sebuah pemakaman. Saat itu kami menitikan air mata, di depan pemakaman ayah kami. Tapi kami bukan menangis karena kepergiannya tapi karena terbawa suasana. Gw bukan nggak punya hati, gw cuma nggak ngerti apa itu arti sebuah kepergian yang sebenarnnya...

Dan beliau pun pergi untuk selama lamannya..


Kalian percaya apakah ada sebuah kehidupan setelah kematian? Gw percaya, karena dari kepercayaan itu gw jadi ngerasa sosok ayah masih mengikuti gw hingga sekarang bahkan saat ini..

Mungkin gak ada yang lebih sakit dari kehilangan seseorang yang kita cintai di saat kita nggak tahu kalau kita kehilangan mereka untuk selama lamannya..

Gw memang cuma kenal beliau nggak lebih dari 9 tahun..

Tapi gw akan terus belajar mengenalnnya hingga akhir hayat gw..

Thanks for everything dad, because until now I could never forget you even for 1 second.
Description
: Kisah Singkat Perjuangan Ayah
Rating
: 4.5
Reviewer
: Unknown
ItemReviewed
: Kisah Singkat Perjuangan Ayah

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Blogger.